• (024) 6723-456
  • info@stekom.ac.id

Agresivitas kompetitif (Competitive Agressiveness) merupakan salah satu dari lima indikator kewirausahaan (entrepreneurship) . Keempat indikator lainnya meliputi innovativeness, risk taking, autonomy, dan proactiveness. Agresivitas kompetitif (competitive agressiveness) didefinisikan sebagai upaya perusahaan untuk mengungguli pesaingnya secara langsung atau kecenderungan suatu perusahaan untuk secara langsung dan intens menantang pesaingnya guna meningkatkan posisinya atau untuk mengungguli pesaing di pasar.

Fenomena  agresivitas kompetitif (competitive agressiveness) ditandai dengan reaksi atau tanggapan perusahaan terhadap tindakan pesaing dan mengekploitasi kekuatan perusahaannya serta membandingkannya dengan kekuatan pesaing . Dengan demikian sebuah perusahaan yang memiliki agresivitas kompetitif akan terus menilai, mengevaluasi, dan memantau kondisi pesaingnya. Oleh karena itu, kelemahan dari pesaing akan diidentifikasi dan kekuatan perusahaan pesaing  dapat diketahui oleh perusahaan.

Perusahaan yang sangat agresif melihat pesaing sebagai musuh yang harus ditaklukkan,dimana agresivitas dapat diimplementasikan melalui mobilisasi sumber daya serta melakukan serangan langsung terhadap pesaing dengan tujuan untuk menguasai  pasar mereka, mengeliminasi kekuatan kompetitif mereka, atau membangun keunggulan melalui taktik ofensif yang berkelanjutan . Berbeda dengan proaktif, agresivitas kompetitif memobilisasi penilaian pesaing yang berkelanjutan di atas penilaian lingkungan sehingga upaya untuk mengeksploitasi kekuatan perusahaan sangat tinggi dan kelemahan pesaing  terus dicari dan dimanfaatkan dengan tujuan untuk  melemahkan upaya pesaing di pasar .

Contoh manifestasi dari strategi bersaing yang agresif tersebut antara lain persaingan harga yang agresif, memasuki pasar dengan penawaran baru atau yang lebih unggul, mengikuti pesaing dengan cepat masuk ke pasar, terus-menerus mengeksploitasi informasi, memperkenalkan produk baru yang inovatif untuk mengungguli produk pesaing dan menggunakan taktik baru sebagai bentuk kejutan kepada pesaing. Langkah agresif dapat mencakup pemotongan harga, peningkatan pengeluaran untuk pemasaran, meningkatkan kualitas produk dan pelayanan serta peningkatan kapasitas produksi.. Selain itu, agresifitas untuk memperoleh pangsa pasar dan pelanggan dengan memanfaatkan kelemahan pesaing dan meningkatkan kinerja

Fenomena ‚ÄúPerang Cola" antara  Coca-Cola dan Pepsi-Cola di berbagai bidang merupakan salah satu contoh yang menarik untuk melihat bentuk agresivitas kompetitif (competitive agressiveness) yang disajikan pada penggalan case di bawah ini :

Coca-Cola didirikan pada tahun 1800-an. Menguasai 44% pasar minuman ringan dunia. Beberapa produknya yang kita kenal saat ini meliputi Coke Classic, Diet Coke ,Sprite ,Caffeine Free Diet Coke , Dasani, Fanta, Fruitopia, Hi-C, Minute Maid, dan Mr. Pibb. Pesaing utamanya adalah Pepsi-Cola yang menguasai 31,8% pasar di industri minuman ringan dan  menempati urutan kedua setelah Coca-Cola. Pepsi Cola memiliki empat produk andalan dari beberapa produk miliknya seperti,  Pepsi , Mountain Dew , Diet Pepsi, Sierra Mist ."

 

Coca-Cola dan Pepsi biasanya merilis produk baru secara bersamaan. Misalnya, pada tahun 2003 ketika Coca-Cola memperkenalkan Vanilla Coke dan Sprite Re-Mix, Pepsi secara bersamaan melawan dengan memperkenalkan Mountain Dew Live Wire, Pepsi Blue, dan Sierra Mist.

 

 "Perang cola" juga terjadi di front internasional. Misalnya, India, negara dengan lebih dari satu miliar pelanggan potensial, telah menjadi salah satu medan pertempuran terbaru. Selama lima tahun, kedua perusahaan telah memperjuangkan hak untuk menggunakan bintang kriket sebagai sponsor, mendanai film "Bollywood", dan untuk mengamankan hubungan online (Yahoo! India dengan Pepsi; Hungama dengan Coca-Cola). Kedua perusahaan tersebut telah menayangkan iklan untuk  merebut pasar .

 

Demikian juga, ketika China telah membuka perbatasannya untuk perdagangan internasional, Coca-Cola dan Pepsi secara agresif bergerak untuk membangun diri mereka sendiri. Kedua perusahaan telah bergerak secara agresif untuk membangun jaringan distribusi, manufaktur, dan pembotolan di Cina.

 

"Perang cola" juga memasuki dunia musik digital. Misalnya, pada tahun 2004, ketika Coca-Cola meluncurkan www.mycokemusic dalam upaya untuk memasuki pasar media digital online yang berkembang pesat, Pepsi segera membalas dengan melakukan promosi dengan iTunes Apple

Sponsor olahraga telah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pemasaran Coke dan Pepsi.. Pada tahun 2003, divisi minuman Pepsi-Cola menghabiskan sekitar $77 juta dan Coca-Cola menghabiskan sekitar $64 juta

Bentuk agresivitas kompetitif (competitive agressiveness) tersebut tidak hanya terjadi pada perusahaan besar, namun dapat juga terjadi pada perusahaan skala menengah dan kecil. Sebagai seorang wirausaha, agresivitas kompetitif adalah perspektif yang berwawasan ke depan dengan berupaya mencari peluang. Perusahaan bertindak untuk mengantisipasi tren dan tuntutan masa depan dengan berusaha memanfaatkan peluang untuk mendapatkan keuntungan .

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved