Etika dalam Pendidikan

Dalam kehidupan sehari-hari, etika memegang peranan yang sangat penting. Baik dalam bermasyarakat, di lingkungan pendidikan, hingga pekerjaan.

Etika diartikan sebagai disiplin, nilai-nilai, integritas, serta kejujuran di tengah orang lain. Kemudian menerapkannya dalam rutinitas sehari-hari. Tindakan kita akan memengaruhi diri sendiri, juga orang-orang di sekitar.

Etika berdampak pada perilaku dan memungkinkan individu untuk membuat pilihan yang tepat. Etika juga berperan dalam mengatur hidup dan bertindak secara bertanggung jawab.

Pentingnya etika tidak dapat diabaikan dalam banyak lini kehidupan, termasuk mempraktikannya di bidang pendidikan, karena etika akan membantu menetapkan standar tentang apa yang dapat diterima dan apa yang tidak. Etika dalam pendidikan harus diakses oleh guru maupun siswa. Sedangkan di pekerjaan, dilalui oleh antar karyawan dan dengan pemimpinnya.

Etika dalam pendidikan dinilai sebagai bagian dari hak asasi manusia untuk mendapatkan pendidikan. Hal ini bertujuan untuk menerima ilmu pengetahuan.

Pendidikanadalah kebutuhan manusia untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan berkualitas, seperti yang dapat dipahami dari tujuan pendidikan yang tercantum dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003  Bab  II Pasal  3  dinyatakan  yaitu Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi pserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa. Berakhlak, sehat, berimu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Tentu banyak pertimbangan bagi pendidik dan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan ini. Salah satu pertimbangan dalam proses pendidikan ini adalah masalah etika.

Situasi yang muncul dalam dunia pendidikan dewasa ini sungguh memprihatinkan dan meresahkan. Berbagai realitasmasyarakat membuktikan bahwa pendidikan secara keseluruhan telah gagal menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Fakta ini terlihat dari banyaknya perilaku tidak pantas yang terjadi di masyarakat, seperti maraknya penggunaan narkoba, penyalahgunaan jabatan, korupsi, manipulasi, perampokan, pembunuhan, pelecehan seksual, pelanggaran HAM, dan penganiayaan. Dengan adanya kejadian tersebut, tidak mengherankan jika pendidikan diposisikan sebagai lembaga yang dianggap gagal mendidik peserta didik yang berakhlak mulia. (Istighfarotur Rahmaniyah: 2009: 3).

Berbagaibentuk pelanggaran etika ini tidak hanya dilakukan oleh anak-anak berpendidikan tinggi. Akhir-akhir ini kita banyak mendengar beritadari media arus utama tentang pelanggaran etika yang dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Ada seorang siswa yang melecehkan teman-teman sekelasnya ataupun permasalahan yang sederhana seperti secara tidak sengaja menjatuhkan makanan temannya dan kemudian memukul temannya. Realitas seperti itu benar-benar telah menghilangkan budaya umat manusia terutama anak-anak mengenai kepekaan sosial, cinta kasih, toleransi dan gotong royong, padahal kejadian tersebut terjadi di lingkungan sekolah dan seharusnya diawasi oleh guru. Situasi buruk yang juga sering kita lihat banyak terjadi di lingkungan para pelajar dan mahasiswa seringnya terjadi tawuran, yang sampai menelan korban. Justru yang aneh pihak yang menang merasa bangga melihat temannya sesama pelajar, sesama satu sekolah, sesama bangsa. 

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved