• (024) 6723-456
  • info@stekom.ac.id

Membandingkan diri dengan orang lain dengan respons negatif sangat berbahaya. Mengapa demikian? Membandingkan diri dengan respons negatif hanya akan menghasilkan sikap tercela seperti iri hati, dengki, hasud. Sikap tersebut dapat merusak diri sendiri, dan menghasilkan pikiran yang negatif. 

Pepatah mengatakan, ketika berpikir negatif dan meyakininya maka akan menghasilkan apa yang dipikirkan. Maka pikiran sangat berpengaruh terhadap apa yang akan terjadi pada kenyataan. 

Berkaitan dengan hal tersebut, membandingkan diri sendiri dengan orang lain dengan pandangan negatif akan menyulitkan diri sendiri untuk terus maju. Berbeda jika membandingkan diri dengan tujuan baik untuk motivasi diri. Namun, ketika membandingkan diri tidak sedikit orang akan berpandangan negatif. 

Orang yang membandingkan diri sendiri dengan orang lain biasanya terjadi pada fase umur 20-an yang mudah sekali insecure baik dari penampilan, pekerjaan, tingkat pendidikan. Fase umur 20-an sering menganggap diri lemah dari orang lain. Saling berlomba dalam mencapai prestasi dan memiliki ambisius yang sangat tinggi.

Membandingkan diri artinya tidak memiliki kepercayaan pada kemampuan diri sendiri. Kemampuan diri menjadi tolak ukur dalam menilai kualitas diri. Tentu kita harus mewaspadai jika terlalu membandingkan diri sendiri. Karena akan memberatkan diri untuk mencapai sebuah kesuksesan. 

Memfokuskan diri sendiri terhadap kemampuan diri lebih baik daripada harus membandingkan diri dengan orang lain yang hanya membuat diri tidak berkembang. Tetap fokus pada tujuan dan impian dengan memulai pada diri sendiri. Tidak perlu menilai kesuksesan orang lain dan tidak perlu melihat dengan ukuran kacamata seseorang karena setiap orang memiliki kesuksesannya masing-masing. 

Terus membandingkan diri dengan kemampuan orang lain tidak akan memberikan dampak positif. Banyak sekali orang merasa gagal dalam menghadapi sesuatu karena terlalu melihat kesuksesan orang lain dengan pandangan negatif, padahal banyak pula orang sukses di luar sana justru mengabaikan apa yang dilakukan orang lain yang kemumngkinan berdampak pada penurunan motivasi kerja. Orang-orang hebat tersebut tidak pernah berpikir negatif terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain pada dirinya atau lebih fokus dengan tujuan masing-masing. 

Memfokuskan diri pada tujuan membuat diri kita lebih leluasa dalam berpikir positif dan selalu semangat dalam menjalani apa yang telah menjadi target kesuksesan seperti memiliki daftar list pribadi dalam sebuah pencapaian, mengapresiasi pencapaian tersebut dengan pandangan positif. 

Selain fokus pada diri sendiri kita juga harus memiliki keyakinan dan optimis dalam melakukan pencapaian tersebut dengan mudah. Memberikan peluang pada diri sendiri dengan selalu memulainya terlebih dahulu dan membuang jauh-jauh perasaan takut gagal. Namun, perlu diingat bahwa untuk melakukan apa yang telah kita usahakan tidak boleh membebankan diri sendiri terhadap apa yang kita inginkan karena pikiran harus jernih tidak boleh dalam keadaan tertekan. Mengapa demikian? Ketika bermasalah dengan pikiran dalam keadaan tertekan akan berpengaruh pada seluruh aspek.

Bagaimana caranya supaya tetap berpikir positif? Lebih fokus pada kemampuan diri, konsisten dan memandang kesuksesan orang lain dengan cara baik.  Sebenarnya kembali pada diri sendiri untuk memaknai bahwa setiap jalan kesuksesan seseorang terdapat perbedaan dan untuk memperoleh kesuksesan seseorang terkadang akan lebih banyak perjuangan. Saling memaknai mengenai apa yang kita jalani akan lebih baik dibandingkan terus-menerus untuk berfikir negatif. 

Temukan teman atau rekan untuk sukses bersama walaupun hanya satu atau dua orang saja, yang penting dapat mendukung dengan apa yang kita cita-citakan bersama. Memiliki rekan yang saling suport terhadap apa yang kita lakukan akan lebih mudah mencapai kesuksesan dibandingkan memaksakan diri untuk sukses sendirian. Memiliki seseorang yang mampu memahami kita ketika gagal dan sukses terasa lebih nyaman dalam menjalankan kehidupan. 

Jika memang terdapat tekanan dari orang lain maka hemat saja dengan mengabaikan apa yang mereka katakan pada kita lalu fokus dan buktikan kepada mereka bahwa kita mampu melakukan yang terbaik sehingga kesuksesan kita memberikan manfaat kepada banyak orang lain. 

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved