• (024) 6723-456
  • info@stekom.ac.id

Memulai merintis bisnis pakaian bagi pemula memanglah bukan suatu perkara yang mudah. Ber aneka ragam pilihan jenis pakaian membuat kita terkadang justru menjadi bingung, akan memulai bisnis ini dari mana? banyak hal yang bisa menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk memulai bisnis ini, termasuk memilih model dan jenis pakaian apa yang nantinya akan menjadi prospek untuk kita pasarkan.

Usaha bidang pakaian merupakan bisnis yang tidak pernah ada matinya karena pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan selalu mereka butuhkan setiap saat. Bisnis ini berpeluang besar dalam menghasilkan keuntungan. Agar bisa memulai bisnis ini, kita harus sudah siap bersaing dengan para Kompetitor. Menjalankan bisnis pakaian tentunya bertujuan untuk jangka panjang. Berikut trik jitu dalam memulai dan membangun bisnis pakaian hingga sukses:

1. Tetapkan segmentasi pelanggan 

Hal pertama yang harus kita tentukan dalam memulai bisnis pakaian ini yaitu dengan mencari segmentasi pelanggan yang tepat. Putuskan siapa pelanggan dan target pasar yang kalian incar, apakah segmentasi pasar ekonomi kelas atas, menengah, atau bahkan kelas menengah ke bawah. Apakah sasarannya untuk orang dewasa, remaja atau anak-anak. Karena dengan menentukan target pasar itu merupakan suatu hal yang sangat penting agar produk yang kita jual tepat sasaran dan menarik minat konsumen untuk melakukan proses pembelian.

2. Lihat tren yang ada di pasar saat ini

Setelah menentukan segmentasi pelanggan yang tepat, kemudian agar pakaian kita bisa laku keras maka harus mengacu pada tren pasar saat ini yang sedang berkembang. Oleh sebab itu, kita harus jeli melihat tren terupdate agar bisa menarik minat pelanggan. Sehingga cashflow akan terus berjalan lancar.

3. Tetapkan model dan jenis bahan pakaian yang hendak dijual

Dengan beraneka ragamnya model pakaian yang ada, kita bisa memilih beberapa model pakaian yang sedang laku keras di pasar saat ini. Kita juga harus menguasai bahan pakaian. Karena dalam bisnis pakaian, bahan berkualitas menjadi hal yang sangat penting. Maka dari itu, pentingnya mempelajari setiap jenis bahan pakaian.

4. Temukan Supplier yang murah, tepat dan bisa diajak kerjasama

Setelah menentukan model dan bahan pakaian, kemudian tentukan bagaimana caranya agar bisa menemukan supplier yang murah, tepat dan bisa diajak kerjasama. Ini menjadi hal yang sangat sulit, karena untuk bisa menemukan supplier yang mempunyai kredibilitas yang tinggi itu tidak mudah. Bisnis pakaian kita akan berjalan lancar atau tidak, tergantung pada supplier yang kita pilih. Buatlah perjanjian yang jelas dengan supplier terkait penawaran harga, model pakaian, proses pembayaran, sampai proses pendistribusian produk sehingga suatu saat kita tidak akan mudah tertipu akibat dari memilih supplier yang tidak tepat.

5. Gunakan system dropship atau reseller

Bagi yang baru merintis bisnis pakaian ini apalagi dengan modal yang terbatas, ada baiknya memulai dengan menjadi dropshipper atau reseller terlebih dahulu. Dalam sistem dropshipper, kita hanya bertindak mempromosikan pakaian dari suatu toko tanpa perlu membeli dan menyetok barang. Kemudian toko tersebut yang nantinya akan mengirimkan barang-barang secara langsung kepada para pelanggan tanpa melewati kalian, namun tetap menggunakan identitas kalian. Berbeda dengan system dropship, Reseller harus mempunyai modal terlebih dahulu, yaitu harus menjual barang dengan menyetok barang terlebih dahulu.

6. Strategi promosi pemasaran yang efektif

Dalam menentukan strategi pemasaran yang menarik saat ini banyak sekali platform yang menjadi sarana dalam mengaplikasikan strategi pemasaran. Sebagai langkah awal, kita bisa membuat promosi terlebih dahulu dengan memberikan diskon saat awal membuka toko atau memberikan souvenir cantik bagi pembeli dengan pembelian minimial nominal harga tertentu.

7. Rekrut karyawan dan buka toko offline agar bisnis semakin maju

Ketika bisnis pakaian kita semakin maju dan berkembang, kita bisa memulai langkah untuk merekrut karyawan. Ketika order semakin banyak, maka operasionalisasi pun akan semakin sulit jika dikerjakan sendiri. Kita juga bisa merencanakan untuk membuka toko offline saat sudah memproduksi pakaian sendiri ataupun stock sudah semakin banyak. Jadi produk kita akan terkenal tidak hanya secara online saja namun juga masyarakat sekitar.


Dari trik jitu yang sudah kita simak tersebut, praktekkan secara langsung pada bisnis pakaian yang kita baru akan mulai. Tanamkan sikap pantang menyerah hingga suatu saat bisnis akan semakin berkembang sehingga mampu meraup profitability yang tinggi.


 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved